‘Kanal Bola’ Apresiasi Langkah Kemenpora dan PSSI Sosialisasikan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola, Sangat Terlambat, Tapi Ketimbang Tidak Sama Sekali - idnews.co.id

Selasa, 08 Juni 2021

‘Kanal Bola’ Apresiasi Langkah Kemenpora dan PSSI Sosialisasikan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola, Sangat Terlambat, Tapi Ketimbang Tidak Sama Sekali

IDNEWS.CO.ID - Langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia menggelar acara Sosialisasi Inpres No. 3/2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Surabaya, pekan lalu, mendapat apresiasi dari ‘Kanal Bola’.

p
SOROT – Pendiri Kanal Bola Ignatius Indro bersama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. (dok. kanal bola)


‘Kanal Bola’ merupakan sebuah wadah pencinta sepak bola Indonesia yang menaungi kelompok maupun individu-individu dengan visi menciptakan sepak bola Indonesia bersih, maju, profesional, serta Tim nasional Indonesia yang mampu berbicara banyak di kancah international.

“Kami mengapresiasi langkah Kemenpora dan PSSI. Sebenarnya sudah sangat terlambat ya, mengingat Presiden Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden ini pada Januari 2019. Sudah lebih dari 2,5 tahun lalu,” kata Ignatius Indro, salah seorang pendiri ‘Kanal Bola’.

Indro yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menyatakan, meski sudah sangat terlambat, tapi langkah ini harus didukung.

“Publik nyaris lupa bahwa Presiden Jokowi, sosok pemimpin yang sangat mencintai sepak bola negeri ini, pernah mengeluarkan ‘Inpres Sakti’ itu. Jadi ya, daripada tidak diimplementasikan sama sekali, kita harus dukung. Semua untuk mengejar ketertinggalan persepakbolaan Indonesia dari negara-negara lain di Asia. Bahkan di kawasan regional Asia Tenggara pun kita sangat jauh di belakang,” ungkap dia.

Indro menggarisbawahi kekalahan telak Timnas Indonesia 0-4 dari Vietnam pada lanjutan laga babak kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin, 7 Juni 2021.

“Memang ini adalah timnas dengan mayoritas pemain muda, yang disiapkan Shin Tae Yong untuk Sea Games akhir tahun nanti. 

Meski begitu, tak seharusnya kita kalah dengan skor semencolok itu. Di mana muka negara sebesar ini bisa kalah setelak itu dari Vietnam?” lanjutnya. 

Dengan kekalahan telak ini, mimpi Indonesia memperbaiki peringkat FIFA dari ranking 173 pun kian sulit terwujud. 

Peringkat Timnas Indonesia jauh di bawah Vietnam (92), Thailand (106), Filipina (125), Myanmar (139), Malaysia (153), dan Singapura (159).

Timnas Indonesia pernah menghuni posisi 100 besar Peringkat FIFA besar yakni urutan ke-86 pada 1998.

Sampai saat ini, peringkat ke-86 menjadi pencapaian paling tertinggi yang pernah diraih Timnas Indonesia di ranking FIFA. 

Saat itu, Timnas Indonesia merupakan tim yang disegani di kawasan Asia Tenggara. 

Selanjutnya, peringkat timnas terus melorot hingga di bawah level 100 dunia.

Indro menekankan, Inpres No. 3/2019 memberi mandat kepada 15 pemangku kepentingan, dari Menko PMK, Menpora, Mendagri, Mendikbud, Menkeu, Menteri BUMN, Menteri Agama, Menteri Agraria, Menteri PUPR, Menkes, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Kapolri hingga para kepala daerah selevel gubernur, bupati dan wali kota untuk membantu percepatan percepatan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

Untuk Menpora, misalnya, dituliskan secara rinci dalam Instruksi Presiden itu tanggung jawab untuk antara lain melakukan pengembangan kurikulum dan pengembangan bakat pemain sepak bola; melakukan pembinaan usia dini dan usia muda secara berjenjang; menyelenggarakan kompetisi sepak bola kelompok usia tingkat elit (unggulan) satuan pendidikan dan Sekolah Sepak Bola; dan memfasilitasi tenaga ahli/instruktur wasit dan pelatih.

Sementara itu, Mendikbud bertugas menyelenggarakan kompetisi sepak bola jenjang pendidikan dasar dan menengah atau bentuk lainnya yang sederajat mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional; menyelenggarakan pelatihan pelatih sepak bola jenjang pendidikan dasar dan menengah bagi guru olahraga sesuai standar PSSI; dan menyediakan dan mengalokasikan anggaran untuk pembinaan dan pengembangan sepak bola di jenjang pendidikan dasar dan menengah atau bentuk lainnya yang sederajat di tingkat nasional.

Adapun Menteri Keuangan bertanggung jawab memberikan dukungan pengalokasian anggaran yang diperlukan dalam rangka peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional pada APBN sesuai dengan kemampuan keuangan negara, Menteri PUPR melakukan pembangunan dan/atau renovasi prasarana dan sarana olahraga sepak bola sesuai dengan standar yang ditetapkan; dan Menteri BUMN memfasilitasi pemberian dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bentuk sponsorship untuk percepatan pembangunan persepakbolaan nasional antara lain dalam rangka pembinaan dan pengembangan bakat; dan penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola yang memadai dan layak berikut training center-nya bagi BUMN yang telah memiliki stadion sepak bola.

“Inpres ini menjelaskan tugas yang sangat detail kepada setiap kementerian yang disebutkan untuk mempercepat pembangunan sepak bola Indonesia. ‘Bola’ inilah yang harusnya sejak lama diambil oleh PSSI,” terangnya.

Indro menegaskan, ‘Inpres’ ini merupakan ‘Instruksi Presiden’, sebuah ‘Perintah Presiden’ kepada 12 menteri, kepolisan, seluruh gubernur dan bupati, untuk mengambil langkah bagi peningkatan Prestasi Sepakbola. 

Setiap Inpres secara otomatis wajib disiapkan anggaran oleh bendahara negara, karena ini mandat konstitusi. 

Ia menuturkan, kita ingat ada produk Instruksi Presiden yang menyebar sampai ke pelosok tanah air, yaitu ‘SD Inpres’, merupakan proyek peningkatan kualitas pendidikan di rezim Orde Baru, terbentuk dengan keluarnya Instruksi Presiden No. 10/1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD.

“Hingga saat ini, produk Inpres itu, yakni 60 ribu sekolah dasar baru lengkap dengan bangunan fisik sekolahnya, bertahan dalam kondisi baik, dengan anggaran rutin dari negara,” jelasnya.

Pekan lalu, Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang dipilih dalam penyampaian sosialisasi Inpres No. 3/2019. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir di acara ini bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto.

“Pemerintah sangat serius untuk membangun sepak bola dan arahan Pak Presiden Joko Widodo,” kata Zainudin Amali.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, berharap adanya Inpres ini bisa mempercepat perkembangan sepak bola nasional.

"Kami menyampaikan terimakasih bahwa sosialisasi Inpres 3 tahun 2019 ini diawali dari Jawa Timur. Tentu ini menjadi semangat baru bagi lima klub Jatim di Liga 1. Kami berharap ini akan menjadi kekuatan industri, oleh karena itu ada sport industri, sport tourism ini akan saling memberikan penguatan," kata Khofifah Indar Parawansa. (fat)


Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments