Vaksin COVID-19 Sinovac Diklaim Aman untuk Ibu Hamil - idnews.co.id

Minggu, 04 Juli 2021

Vaksin COVID-19 Sinovac Diklaim Aman untuk Ibu Hamil

IDNEWS.CO.ID - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ilmu kebidanan dan Ginekolog Indonesia( POGI), Profesor. Dokter. dokter. Budi Wiweko, SpOG( K), mengatakan vaksin COVID- 19, Sinovac, nyaman digunakan untuk bunda berbadan dua.

Perihal itu didasarkan pada hasil percobaan klinik vaksin Sinovac pada binatang yang sedang berbadan dua dan interim guidance Badan Kesehatan Bumi( World Health Organization), yang diterbitkan pada 24 Mei 2021 lalu.

Dalam interim guidance itu, World Health Organization menerangkan kalau bunda berbadan dua yang terkena COVID- 19 itu beresiko besar, alhasil wajib dilindungi, salah satunya dengan pemberian vaksin.

" Mereka garis bawahi lagi kalau bunda berbadan dua yang beresiko besar itu yang usianya di atas 35 tahun, indikator massa badannya besar, terdapat komorbid diabet dan darah tinggi. Ini yang wajib dilindungi," ucap Profesor. Budi saat rapat pers yang digelar virtual, baru- baru ini.

Budi menambahkan, tidak terdapat dampak beresiko yang terjadi pada binatang yang sedang berbadan dua, setelah diberi vaksin Sinovac.

" Sinovac pula mereka sebutkan, meski informasi klinisnya tidak terdapat, tetapi di animal membuktikan tidak terdapat dampak yang beresiko pada animal yang berbadan dua. Riset di animal seluruh serupa, Pfizer, Moderna, Johnson& Johnson, AstraZeneca ataupun Sinovac," jelas ia.

Untuk itu, vaksin yang mengandung non- life virus ataupun inactivated virus vaccine itu ditaksir amat nyaman.

" Jadi dipikirkan kalau Sinovac yang bermuatan non- life virus ataupun inactivated vaccine, sudah banyak digunakan pada tipe- tipe vaksin yang lain. Dan itu amat nyaman, amat comparable kepada non pregnant group," tegas ia.

" Jadi vaksin yang lain, Pertusis, Influenza, sejauh pemakaian puluhan tahun itu nyaman. Alhasil dipikirkan kalau Sinovac seharusnya comparable semacam vaksin- vaksin yang lain yang non- life virus vaccine. Meski dituturkan kalau riset wajib dilakukan untuk penilaian safety dan immunogenicity," hubung ia.

Hingga dari itu, merujuk pada interim guidance World Health Organization, Budi mengatakan pemberian Sinovac nyaman pada perempuan berbadan dua, dengan syarat benefit- nya lebih banyak dibanding resikonya.(ria)

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments