Jalur Pendakian Gunung Bawakaraeng Masih Ditutup - idnews.co.id

Minggu, 15 Agustus 2021

Jalur Pendakian Gunung Bawakaraeng Masih Ditutup

IDNEWS.CO.ID - Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat 3 berjalan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, seluruh tempat upaya, bagus darmawisata alam ataupun ciptaan, ditutup sementara. Salah satunya tempat darmawisata di wilayah Kecamatan Tinggimoncong, semacam Lembanna dan Gunung Bawakaraeng.

Camat Tinggimoncong, Iis Nurismi mengatakan, selama PPKM ini grupnya bersama penguasa kecamatan, Tentara Nasional Indonesia(TNI), Polri, ormas dan sukarelawan melakukan penyekatan. Aksi penyekatan itu dimulai dari posko PPKM Malino setelah itu Kelurahan Pattapang, dan Posko Lembanna.

Cara itu dilakukan untuk menghindari masuknya warga ke wilayah ini untuk melakukan darmawisata.

" Terdapat 3 posko yang wajib mereka lalui kala masuk di Kecamatan Tinggimoncong dan itu seluruh dilindungi dengan cara kencang oleh tim kombinasi personil dengan cara bergantian," ucap Iis, Minggu, 15 Agustus 2021.

Saat ini, tutur ia, mayoritas warga tiba untuk melakukan pendakian di Lembanna ataupun di Gunung Bawakaraeng alhasil grupnya enjaga kencang supaya tidak terdapat yang lulus.

Walaupun demikian, ia tidak menampik masih banyak warga yang lulus untuk melakukan pendakian. Karena, ada sebagian titik pengganti untuk hingga ke rute pendakian." Mungkin memang terdapat yang lulus karena rute pendakian ada sebagian titik," jelas Iis.

Hingga itu, beliau mengimbau supaya turis ataupun kelompok penggemar alam untuk sementara durasi membatalkan niatnya melakukan pendakian. Apalagi saat ini cuaca amat berlebihan alhasil dikhawatirkan mematikan keamanan.

" Di masa- masa semacam ini, ayo kita silih melindungi, melindungi diri dan orang yang terdapat di sekitar kita. Dan urungkan hasrat beraktifitas yang rawan memunculkan gerombolan, cuaca pula amat berlebihan angin cepat dan dingin. Masih banyak kegiatan- kegiatan yang bisa kita jalani untuk bangsa dan negeri ini tidak hanya melakukan pendakian," tutur Iis. (ndi)

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments