Hari Ini, Eks Penyidik KPK Stepanus Robin akan Jalani Sidang Dakwaan Suap - idnews.co.id

Minggu, 12 September 2021

Hari Ini, Eks Penyidik KPK Stepanus Robin akan Jalani Sidang Dakwaan Suap

IDNEWS.CO.ID - Mantan Interogator Komisi Pemberantasan Penggelapan( KPK) dari faktor Polri, Stepanus Robin Pattuju akan menempuh sidang kesatu dalam permasalahan dugaan uang sogok logistik masalah hari ini. Sidang artikulasi pesan cema Robin akan digelar di Majelis hukum Negara Perbuatan Kejahatan Penggelapan Jakarta.

Gedung Merah-Putih KPK.

" Betul, hari ini, dijdwalkan sidang kesatu tersangka Stephanus Robin P dan kawan- kawan di Majelis hukum Negara Tipikor Jakarta Pusat," tutur Plt Ahli Ucapan KPK Ali Fikri pada badan alat, Senin, 13 September 2021.

Sidang rencananya digelar jam 10. 00 Wib. Pada masalah ini, Maskur Husain yang ialah advokat pula diadili berbarengan Robin dengan permasalahan yang serupa.

Dalam informasi SIPP, Robin diucap menyambut hadiah ataupun akad berbentuk uang dengan jumlah totalitas Rp11. 025. 077. 000, 00 dan US$36. 000. Robin dibantu pengacara Maskur Husain dalam melakukan aksinya.

Robin bertindak pada Juli 2020- April 2021 dengan menyambut uang di berbagai tempat. Uang uang sogok awal dalam cema terdapat pada permasalahan jual beli kedudukan di Tanjungbalai. Uang Rp1, 695 miliyar diserahkan Orang tua Kota nonaktif Tanjungbalai Meter Syahrial.

Pemberian kedua dari Delegasi Pimpinan DPR Azis Syamsuddin dan pihak swasta Aliza Gunadi. Jumlah uang yang diserahkan mencapai Rp3, 09 miliyar. Robin pula menyambut US$36 ribu dari 2 orang itu.

Ketiga, Robin diduga menyambut uang dalam permasalahan pendapatan gratifikasi Rumah Sakit Ibu di Cimahi Jawa Barat. Dalam permasalahan itu, Robin diduga menyambut Rp507, 39 juta dari Orang tua Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Keempat Robin diduga menyambut uang dari Ketua Utama PT Tenjo Berhasil Usman Effendi. Uang Rp525 juta diperoleh Robin.

Terakhir, Robin diduga menyambut uang Rp5, 17 miliyar dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Rita terjebak permasalahan gratifikasi dan pencucian uang di KPK.(ndi)

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments