Cerai dengan Penguasa Dubai, Putri Yordania Ini Masuk Daftar Orang Kaya di Inggris - idnews.co.id

Sabtu, 21 Mei 2022

Cerai dengan Penguasa Dubai, Putri Yordania Ini Masuk Daftar Orang Kaya di Inggris

IDNEWS.CO.ID  - Putri Yordania, Haya binti Al-Hussein, masuk dalam The Rich List tahunan dari Sunday Times untuk pertama kalinya pada Jumat (20/5/2022).

Princess Haya bint al-Hussein.

The Rich List menempatkan putri berusia 48 tahun itu di peringkat 240 dalam daftar 250 orang terkaya Inggris. Haya diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar £ 670 juta (sekitar Rp 12,2 triliun).

Menurut laporan The Times, Haya juga memiliki properti senilai Rp 1,8 triliun di dekat Istana Kensington London. Selain itu, dia juga punya properti lainnya dengan 12 kamar tidur di Surrey.

Penobatan itu didapatkannya dalam satu tahun setelah menyelesaikan urusan perceraiannya yang bernilai jutaan pound. Haya bercerai dengan penguasa Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, pada 2019.

Haya melarikan diri ke Inggris tahun itu pula lantaran khawatir akan keselamatannya. Dia terbukti menjalin hubungan perselingkuhan dengan pengawalnya.

Pengadilan mengungkap, Haya diperas oleh empat anggota tim keamanannya. Suaminya saat itu juga terlibat mengatur kampanye intimidasi terhadapnya.

Sheikh Mohammed kemudian meretas telepon Putri Haya dan pengacaranya. Dia juga disebut telah menulis sebuah puisi yang berisi ancaman pembunuhan terhadap sang putri.

Surat-surat pengadilan turut menunjukkan, Haya telah membayar lebih dari Rp 12 miliar kepada para pemeras yang dituduhkannya.

Pengadilan London memberikan penawaran kepada Haya untuk menyelesaikan urusan perceraiannya, yakni senilai £ 554 juta (Rp 10 miliar). Kasus Haya lantas menjadi kasus penyelesaian perceraian terbesar dalam sejarah Inggris.

Pada Maret 2022, keputusan lain juga memberi sang putri perwalian tunggal atas putri dan putra pasangan itu.
Haya bergabung dalam The Rich List bersama miliarder Lebanon, May Makhzoumi, dan keluarganya yang menempati posisi ke-230. Taipan telekomunikasi Inggris-Sudan, Mo Ibrahim, mencapai urutan 194. Selain itu, pengusaha Inggris-Irak, Nadhmi Auchi, berada di 154.

Adapun pengusaha Bahrain-Emirat, Mahdi Al-Tajir, pada urutan ke-108. Filantropis Suriah-Saudi, Wafic Said, menempati urutan ke-94. Mantan perdana menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim Al-Thani, juga muncul pada posisi ke-89, sedangkan Johnny Boufarhat kelahiran Australia di peringkat ke-88.(ndi)

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments