IDNEWS.CO.ID – Pemprov DKI Jakarta bersama PAM JAYA terus memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga Jakarta.
Satu di antaranya penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan internasional dengan portofolio bisnis luas di berbagai sektor strategis. Mulai dari properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, hingga pengembangan infrastruktur.
Kunjungan PAM JAYA ke Malaysia itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan pihak Bin Zayed International ke Balaikota DKI Jakarta bertemu dengan Gubernur Pramono Anung.
Pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi awal mengenai potensi kerja sama strategis. Khususnya dalam mendukung pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan di Jakarta.

Penjajakan kerja sama itu menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA dalam mempercepat pemenuhan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta.
Sebagai tindak lanjut komunikasi yang terbangun, berlangsung penandatanganan Non-Disclosure Agreement atau NDA antara Bin Zayed International dan PAM JAYA.
Penandatanganan NDA ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci terkait potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM.
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menyampaikan, kerja sama dengan berbagai pihak merupakan bagian dari strategi PAM JAYA menjawab tantangan pelayanan air bersih.

Berdasarkan arahan gubernur, kata Arief, pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi.
PAM JAYA memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta.
“Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” ujar Arief di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Menurut Arief, tantangan PAM JAYA tidak hanya terletak pada perluasan cakupan layanan, tetapi juga pada upaya menekan tingkat Non-Revenue Water atau NRW.

Tantangan tersebut semakin kompleks karena Jakarta merupakan kota padat dengan karakter infrastruktur bawah tanah yang sangat dinamis.
Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat.
“Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, menjadi penting untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta,” tambah Arief.
Selain berminat pada pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menyampaikan perhatian terhadap agenda pembangunan infrastruktur strategis Jakarta. Termasuk potensi keterlibatan dalam pengembangan Giant Sea Wall.
Ketertarikan ini sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota global yang membutuhkan infrastruktur besar, tangguh, dan berkelanjutan.
PAM JAYA tidak hanya menjalin komunikasi dengan pihak Malaysia. Sebelumnya, PAM JAYA juga telah membuka komunikasi dengan sejumlah pihak dari negara lain, seperti Turki dan Swiss.
Tujuan komunikasi itu untuk menjajaki peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi terkini. Sehingga mendukung peningkatan operasional dan kualitas layanan air bersih di Jakarta.
Arief menambahkan, penandatanganan NDA bukan sekadar formalitas administratif. Tetapi pintu masuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang.
“PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama,” tegas Arief.
Dengan penjajakan kerja sama tersebut, Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA berharap dapat memperluas opsi kolaborasi strategis dalam penyediaan air bersih, penguatan infrastruktur perkotaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta.
Harapannya, kerja sama itu menjadi bagian dari langkah Jakarta membangun jejaring internasional menuju kota global.
Dengan demikian menjadi kota yang berdaya saing, berketahanan, dan tetap berpihak pada kebutuhan dasar warganya. (bhd)













