Berita  

Tim PKM UNJ Edukasi Siswa SDN Medalsari III Karawang Hadapi Cyberbullying

IDNEWS.CO.ID – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan edukasi krusial bagi siswa kelas VI di SDN Medalsari III, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (16/7).

Kegiatan ini dirancang khusus untuk membangun kesadaran digital dan
memberikan perlindungan mental bagi anak-anak melalui pembentukan karakter yang kuat
sejak dini.

Acara diawali dengan sesi pembukaan formal yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat melalui serangkaian pidato pembuka dari perwakilan pemerintah desa setempat, kepala sekolah SDN Medalsari III, serta perwakilan dosen UNJ.

Ketiga pihak sepakat bahwa sinergi antara akademisi, sekolah, dan otoritas lokal sangat penting untuk membentengi moral generasi muda dari dampak negatif perkembangan teknologi.

Memasuki acara inti, tim pengabdian memberikan pemaparan mendalam mengenai fenomena cyberbullying yang kian marak mengancam anak-anak.

Cyberbullying atau perundungan dunia maya merupakan segala bentuk tindakan intimidasi, penghinaan, pelecehan, atau pengucilan yang dilakukan secara sengaja melalui media digital dan jejaring sosial.

Berbeda dengan perundungan konvensional, cyberbullying memiliki dampak psikologis yang sangat masif karena jejak digitalnya yang sulit dihilangkan dan dapat terjadi tanpa batas waktu serta
ruang.

Para siswa kelas VI diajak untuk mengenali berbagai bentuk perundungan digital ini, mulai dari komentar kasar, penyebaran rumor palsu di internet, hingga pengucilan dalam grup obrolan daring, agar mereka dapat lebih bijak dan berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial.

Sebagai langkah preventif dan solusi konkret, tim PKM UNJ melatih para siswa untuk membangun dan menerapkan sikap asertif.

Sikap asertif merupakan kemampuan berkomunikasi. Yakni, seseorang mampu mengekspresikan pendapat, perasaan, dan kebutuhan mereka secara jujur, tegas, dan langsung, namun tetap menjaga rasa hormat terhadap hak orang lain.

Dalam konteks menghadapi kekerasan dan perundungan, sikap asertif memegang peranan sebagai alat perlindungan diri yang utama.

Memasuki acara inti, tim pengabdian memberikan pemaparan mendalam mengenai fenomena cyberbullying yang kian marak mengancam anak-anak.

Cyberbullying atau perundungan dunia maya merupakan segala bentuk tindakan intimidasi, penghinaan, pelecehan, atau pengucilan yang dilakukan secara sengaja melalui media digital dan jejaring sosial.

Berbeda dengan perundungan konvensional, cyberbullying memiliki dampak psikologis yang sangat masif karena jejak digitalnya yang sulit dihilangkan dan dapat terjadi tanpa batas waktu serta ruang.

Para siswa kelas VI diajak untuk mengenali berbagai bentuk perundungan digital ini, mulai dari komentar kasar, penyebaran rumor palsu di internet, hingga pengucilan dalam grup obrolan daring, agar mereka dapat lebih bijak dan berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial.

Sebagai langkah preventif dan solusi konkret, tim PKM UNJ melatih para siswa untuk membangun dan menerapkan sikap asertif.

Konseptualisasi materi ini beranggotakan Dr. Ahmad Rifqy AshShiddiqy, Riyan Sanjaya, dan Sigit Widiatmoko.

Sementara itu, jalannya kegiatan di lapangan dan interaksi langsung dengan para siswa dibantu secara aktif oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Natanya Cristanti, Kaira Abigail Ramadhana Katrawijaya, dan Naima Pijar Kirana.

Melalui program PKM ini, Universitas Negeri Jakarta berharap para siswa SDN Medalsari III Karawang dapat tumbuh menjadi generasi digital yang cerdas, memiliki kontrol diri yang baik, serta memiliki mental yang tangguh dan asertif dalam menghadapi segala bentuk kekerasan di era modern. (rul)

Verified by MonsterInsights