Ternyata Cara Ini Ampuh Penuhi 90 Persen Kebutuhan Vitamin D - idnews.co.id

Kamis, 22 Juli 2021

Ternyata Cara Ini Ampuh Penuhi 90 Persen Kebutuhan Vitamin D

IDNEWS.CO.ID  - Banyak orang yang beriktikad kalau sangai di dasar cahaya mentari saja tidak lumayan untuk penuhi kebutuhan vit D. Padahal, itu bukanlah betul.

Ahli vitamin klinik, dokter. Fenny Nugraha, Marikh, Meter. Vitamin, SpGK, mengatakan, pangkal terbesar vit D, 90 persennya sudah diperoleh dari cahaya mentari. Jadi, dengan sangai saja sudah dapat penuhi kebutuhan vit D dalam badan.

" Jadi di kulit kita terdapat yang namanya membela vit D3 ataupun kita tahu dengan 7- dehidrokolesterol( 7- DHC). Nah, ia akan jadi aktif kala terkena UVB dari mentari setelah itu masuk di metabolisme di batin, masuk ke ginjal untuk diaktivasi dalam wujud vit D yang aktif ialah calcitriol," ucapnya pada Kamis, 22 Juli 2021.

Tetapi sayangnya, bagi dokter Fenny, walaupun Indonesia negeri tropis yang dapat mendapatkan cahaya mentari free setiap hari, nilai peristiwa desifiensi ataupun kekurangan vit D masih lumayan besar. Apa faktor faktornya?

" Ini terdapat sebagian faktor dan kenyataan menarik. Yang awal dapat karena faktor geografis, misalnya masa, posisi lintang ataupun posisi lintang sesuatu wilayah. Ini akan mempengaruhi kepada cahaya mentari yang diterima," tutur ia.

Faktor kedua bagi Fenny, pencemaran udara pula bisa mempengaruhi kita untuk mendapatkan UVB dari cahaya mentari.

" Dan pula faktor dari diri sendiri, misalnya umur lanjut. Kian lanjut hingga untuk menciptakan dari membela vit D3 akan jadi menurun," tuturnya.

Setelah itu faktor lain yang dikatakan oleh Fenny merupakan, kebiasaan orang Indonesia yang menggunakan sunblock, parasut ataupun pakaian tangan jauh kala pergi rumah, karena khawatir terhampar cahaya mentari.

" Terdapat lagi kegemukan. Kegemukan pula ternyata dapat tingkatkan resiko dari kekurangan vit D. Terakhir yang saat ini jadi rumor berarti merupakan alterasi genetik. Genetik sendiri akan mempengaruhi di mana keanehan dari enzim yang menolong metabolisme dari vit D wujud aktif,” jelasnya.

“ Alhasil meski sudah terhampar mentari segimanapun, ternyata tetap kadar vit D nya kecil. Nah, inilah yang memerlukan suplementasi," tambahnya.

Fenny lebih lanjut menerangkan, jam maksimal untuk sangai merupakan antara jam 9 sampai 10 pagi dengan lama 5- 15 menit.

" Enggak harus sangat lama, esok jadi sunburn ataupun kemerahan ataupun resiko terbentuknya kanker kulit. Nah, ini yang beresiko," kata ia.

Bagi Fenny, Perhimpunan Dokter Ahli Kulit dan Kemaluan Indonesia( PERDOSKI) menganjurkan untuk sangai 2- 3 kali seminggu. Tetapi, gimana dengan suasana endemi semacam saat ini ini, mengenang pelampiasan kebutuhan vit D amatlah berarti?

" Jika mau dilakukan setiap hari bisa untuk penuhi kebutuhan vit D. Dan ingat, enggak bisa cuma hal tangannya aja. Jadi hal minimun kedua tangan dan pula kedua kaki, punggung pula bisa," jelas dokter. Fenny Nugraha. (ria)

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments